Minggu, 20 oktober 2019
‘’ MENGENAL NASKAH KUNO SASAK ’’
Assalamu’alaikum, perkenalkan nama saya Nisratul Apriyani biasa dipanggil Nisa semester V Prodi Bahasa dan sastra Indonesia. kali ini, saya akan menceritakan tentang bagaimana saya menemukan naskah kuno yang saya temui sehingga menjawab tentang rasa penasaran terhadap tulisan-tulisan pada naskah kuno yang saya temukan dan bagaimana isi dari naskah kuno yang saya temui Minggu 20 Oktober 2019 lalu. Baiklah, langsung saja saya mulai dari perjalanan saya mencari naskah ini.
Pagi hari saya berangkat ke dusun Monte desa Durian kecamatan Janeprie kabupaten Lombok tengah pukul 09.00 bersama teman-teman saya yang kebetulan mereka juga sama seperti saya yang penasaran tentang naskah-naskah kuno yang dibuat oleh orang-orang zaman dahulu. Sebelumnya, kami sudah tau bahwa ada naskah kuno pada desa tersebut disalah satu temen kami yang bernama Nani. Nani teman saya mempunyai seorang guru SMP yang sangat menggemari naskah-naskah kuno. Oleh sebab itu, Nani mengajak saya dan teman-teman saya untuk mencari kerumah gurunya tersebut. Alhamdulillah saya bersama teman-teman saya bisa bertemu langsung secara tatap muka dengan Bapak Lalu Pathul Ridwan selaku pemilik naskah kuno dan guru SMP Nani. Saya bersama teman-teman saya langsung disambut dengan senang hati oleh beliau karena sebelumnya sudah dikonfirmasi oleh Nani bahwa kami ingin kerumahnya menemui bapak dan sedikit tanya-tanya tentang naskah kuno miliknya.
Di pulau Lombok ini terdapat banyak sekali naskah-naskah kuno yang dibuat pada zaman dahulu oleh orang-orang zaman dahulu. Maka dari itu, kita sebagai anak muda harus tau kehidupan dimasa lalu supaya kita bisa tau bagaimana sebenarnya sejarah daerah atau bahasa kita sendiri. Seperti yang diceritakan bapak lalu tentang naskah kuno miliknya.
Naskah kuno orang zaman dulu menyebutnya takepan. Pada zaman sekarang, takepan disebut dengan babat yang diartikan oleh ahli bahasa artinya kumpulan cerita-cerita yang diangkat dari kehidupan istana atau kerajaan di Lombok dengan menggunakan bahasa sasak campuran atau bisa disebut dengan bahasa linggih. Takepan ini ditulis pada lontar sebagai pengganti kertas dan ditulis dengan menggunakan pemaje. Orang yang membaca takepan disebut pemaos dan orang yang menerjemahkan atau sebagai penerjemah disebut pujangga. Naskah ini ditulis dengan menggunakan aksare sasak atau huruf jejawan yang terdiri dari delapan belas huruf. Adapun cara membaca takepan tersebut menggunakan air biasa lalu dipoles bolak balik agar tulisan-tulisan pada takepan tersebut kelihatan dengan jelas dan bisa dibaca oleh pemaos itu sendiri.
Naskah atau takepan ini ditulis kurang lebih 70 tahun yang lalu pada zaman jepang tahun 1940. Isi dari takepan atau naskah kuno yang dimiliki oleh bapak lalu ini adalah cerita putri Rengganis. Kata kesastraan, Reng artinya roh atau nyawa, sedangkan ganis artinya baik atau manis. Jadi isi dari cerita rengganis ini terdiri dari bentuk karangan prosa yaitu prosa liris yang terkadang isi dari takepan ini kadang-kadang ada bentuk pantun, gurindam dan lain sebagainya. Takepan ini menceritakan kisah seorang putri raja yang manis dalam kehidupan sehari-harinya tetap membawa dirinya atau bersikap dan berperilaku baik di dunia yang dibawa menuju akhirat.
Nilai-nilai atau pesan yang disampaikan oleh pengarang atau penulis takepan ini tentunya kita sebagai seorang manusia yang mempunya Tuhan Yang Maha Esa yaitu Allah swt kita bisa selamat dunia akhirat dengan berbuat baik di dunia dengan melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangan-laranganNya. Masih banyak lagi takepan-takepan lain seperti ada namanya takepan asmarandane asmarandono, serat menat, takepan monyeh dan lain sebagainya yang masih banyak dan naskah kuno tersebut biasanya diangkat dari kehidupan sosial yang memandang strata sosial. Ada yang namanya starata keturunan pempmpin atau Raja(golongan utama atau madya) dan rakyat disebut dengan kaum biasa dan masih banyak lagi cerita-cerita kerajaan-kerajaan yang ditulis pada naskah kuno dalam arti atau makna yang berbeda dan bermanfaat.
Adapun, keistimewaan naskah kuno menurut bapak lalu, yaitu sebagai alat komunikasi yang baik dengan sesepuh-sesepuh, kita sebagai generasi muda bisa melestarikan takepan-takepan yang dimiliki leluhur, membuat hati tenang dengan belajar bahasa sastra karna banyak keindahan-keindahan yang terkandung didalamnya dan lain sebagainya. Kemudia bapak lalu memberikan juga tips atau cara menjaga atau merawat naskah kuno supaya tidak hilang atau sebagainya, yaitu menaruh ditempat yang baik atau bisa dibuatkan semacam lemari khusus atau peti dan membersihkan naskah setiap hari sambil membuka lalu membaca supaya tetap rapi seperti sediakala dan dipoles dengan air. Perlu diketahui bahwa, penting sekali kita menjaga dan merawat naskah-naskah yang diwariskan oleh para leluhur dalam masyarakat khususnya masyarakat sasak karena dengan adanya naskah kuno yang kita miliki di daerah kita, itu membuat kita tahu seluk beluk dari daerah kita sendiri.
Mungkin ini saja dulu dari saya sekiranya bisa menjawab rasa penasaran saya tentang naskah-naskah kuno yang ada di daerah Lombok kita ini. sedikit pesan dari saya, kita sebagai anak muda harus melestarikan apa yang diwariskan oleh leluhur kita dengan cara mulai mencari apa saja bentuk dari peninggalan-peninggalan lelehur yang harus kita lestarikan agar kita juga sebagai generasi muda tau seluk beluk dari daerah kita sendiri untuk melanjutkan serta melestarikan budaya sekitar kita.
Sekian dari saya, mungkin nanti ada artikel selanjutnya. Terimakasih
Tentang Narasumber :
Nama : Lalu Pathul Ridwan
Lahir : Lombok tengah, 15 November 1966
Alamat : Dusun Monte, Desa Durian, Kecamatan Janeprie
Pekerjaan : PNS
Hobby : Membaca naskah-naskah, membaca buku-buku sastra dan filsafat
Pendidikan Terakhir : Diploma pariwisata
Bapak lalu adalah seorang orang guru di slah satu SMP di janeprie. Sejak muda ia sudah menjadi pengiat naskah ditahun 1985 kelas 3 SMA. Beliau mulai menggemari naskah dengan belajar tembang macapat menggunakan huruf jawa. Setelah belajar tembang macapat tersebut, beliau kemudian mulai mengoleksi takepan-takepan Lombok sejak tahun 1998 yang kemudian mencari refrensi-refrensi tentang naskah kuno.






Luar biasa
BalasHapusTerimakasih🙏
HapusBagus nya beb 💓
BalasHapusTerimakasih🙏
HapusBagus😍
BalasHapusKu nunggu artikelmu say
HapusWah tulisan kak nisa bagus banget. Dari tulisan kak nisa bisa tau tentang naskah kuno yg ada dilombok.
BalasHapusTengkyu syngkuh😘
HapusMantap Tulisannya. Artikelnya sangat bermanfaat bagi generasi muda dalam mencintai kebudayaan setempat.
BalasHapusTengkyu kakak🙏🙏🙏
HapusKeren
BalasHapusKeren
BalasHapusNunggu astikelmu pokoknya
HapusSemoga bisa bermanfaat bagi orang-orang di sekitar kita
BalasHapusAmin, makasi ya🙏
HapusKeren
BalasHapusMakasi🙏
Hapus👍👍👍👍
BalasHapus😍
HapusLuar biasa 👍
BalasHapusMna nih artikelmu yg luar biasa juga
HapusWahh😍
BalasHapusWihh😍
HapusSaya masih minim mendapatkan informasi tentang proses asal usul naskah tersebut mulai dari siapa penulisnya & bahasa yang digunakan masih belum detail dijelaskan, semoga bisa disempurnakan lagi kedepannya....
BalasHapusNext insyaalloh nulis lagi deh kak heheh
HapusHaruss dong 🤸
HapusLuar biasa,smoga bisa bermanfaat bagi generasi selanjutnya
BalasHapusAmin
HapusKece parahhhhh
BalasHapusB aja😀
HapusThanks ya
HapusTerima kasih banyak atas artikel nya .. sangat bermanfaat bagi kawula muda saat ini yang masih malas mempelajari budaya
BalasHapusNunggu artikelmu
HapusMantul kali
BalasHapusTengkyu kakak🙏
HapusSemoga informasinya bermanfaat bagi teman-teman yang lain
BalasHapusAmin amin, terimakasih🙏
HapusBagus banget
BalasHapusPunya km sy tunggu mungkin lebih bagus lagi
HapusWow😍😍😍
BalasHapusTerima Kasih.
BalasHapusArtikelnya sangat membantu
Semoga kedepannya lebih baik dan bermanfaat untuk semua. Amin��
Amin, makasi bud🙏
HapusKalo buat adek ya,critanya menarik,cuman kurang gambar,jdi nnti orng yg baca2 jdi bingung gambaran sprti maskah kuno itu sperti apa,dan jga huruf kapital pada nama,tempat,dan juga kterangan tempat nya kurang Pas,ada yg hurus Kapital di prtama dan stlah nya enggak,Contoh sprti Lombok Tengah,di tulisan kaka itu Lombok tengah,dan jga kata temen,shrus nya teman,dan jga kterangan skolah Nani itu dmna,dan di awal paragraf ucpan kaka pada naskah itu di ulang2,sprti baca nya double pdahal 1 makna gt,dan juga tutur kata dlam artikel kurang baku.
BalasHapusSmoga lbih baik lgi ya dlm mmbuat artikel,dan juga artikel nya sngat bermanfaat
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusTengkyu atas masukannya dek😘😘
HapusSesekali nulis ttg elsa jadi artikel di blogger, kan semangat aku baca nya
BalasHapusNtar😀
HapusKeren keren
BalasHapusAkhirnya rasa penasaran nya sudah ada hasil
Heheh iya, next nulis lagi deh
HapusGumi sasak memang indah dalam balutan budaya
BalasHapusAlhamdulillah
HapusMantap
BalasHapusMantapan kamu😀
HapusBagus😍 semangat terus ya💪
BalasHapusSiap, tengkyu😍
HapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusGood😍
BalasHapusTengkyu😍
HapusBagus, alur ceritanya sangat lengkap, jadi seneng bacanya :)
BalasHapusTerimakasih🙏
Hapusnaskahnya keren.
BalasHapuskak nisa nya kagak 😂
Iyaya tau, tengkyu🙏
HapusMantap..ilmu yang sangat bermanfaat🙏
BalasHapusTerimakasih beb🙏 ku nunggu punyamu nih
HapusKeren👍
BalasHapusMana nih punyamu, pasti lebih keren
HapusTengkyu
BalasHapusLuar biasa ��semoga bermanfaat untuk kedepannya ��
BalasHapusAmin, tengkyu🙏
Hapus,💖💖💖💖💖💕
BalasHapus😍
Hapus����
BalasHapusTerus pertahankan kearifan lokal 💪
BalasHapusMantap
HapusKeluek komen ne wah padahal
BalasHapusKomentar km muk antih ncup hahaha
HapusMantap
BalasHapusKarya yang indah.
BalasHapusBisa dijadikan refrensi mengenai budaya lokal.😍😍
😍😍😍👍👍🙏🙏
HapusYe wwah ni
BalasHapusHahaha
HapusMantap
BalasHapusSemangat terus beb
BalasHapusOke beb
Hapusmantap jiwa
BalasHapusKm juga mantap
HapusLuar biasa anak muda yg patut jadi contoh😍😍 smngat trus dek
BalasHapusTengkyu bibi😘😘
HapusNice, sangat bermanfaat. Ditunggu postingan selanjutnya
BalasHapusSiap
HapusNice
BalasHapusMakasi kakak
HapusNicee
BalasHapusPunyamu juga nice
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusWaaahhh keren banget 👍🏻👍🏻👍🏻
BalasHapusSangat bermanfaat untuk semua orang
Tengkyu ya👍👍
HapusMantul, bermanfaat banget.
BalasHapusNextnya harus lebih wow lagi!
Siap😍km juga dong
HapusBagussss��
BalasHapusSangat bermanfaat khususnya dikalangan kalangan kita yang milenial..
Ditunggu postingan selanjutnya
Bagussss��
BalasHapusSangat bermanfaat khususnya dikalangan kalangan kita yang milenial..
Ditunggu postingan selanjutnya
Makasi paman🙏🙏
HapusWahhh.. gk nyesel udah mampir baca artikel ini, isinya luar biasa👍👍 menambah pengetahuan banget
BalasHapusAh masa sih? Terimakasi ya🙏
HapusBagus kak.di tunggu karyanya yang lain
BalasHapusOkay dek🙏
HapusKerennn kk. Pengen ikut mencari peninggalan para leluhur
BalasHapusBesok dek ya, kita cari sama sama
HapusMantap nisa
BalasHapusNice Eneng nisratul
BalasHapusGreat work
Makasi kakak🙏
HapusMantap nisa, jarang sekali ada artikel tentang naskah kuno sasak. Ini adalah hal yang penting untuk diketahui terutama untuk pemuda lombok, ditunggu artikel naskah kuno sasak selanjutnya
BalasHapusMakasi Jo😍
HapusBermanfaat bgt ni buat kaum muda mudi yg ktnya milenial. Jadi milenial bukan cuma dari segi sains/future problemnya doang tapi juga tentang bagaimana menghargai sejarah. Toh juga masa depan merupan cerminan dari masa lalu eaaa
BalasHapusHahaha iyaya😃
HapusIya rul iya😆 kita harus melihat ke masa lalu ya wkwk
HapusNyindir yaaa 😌😌
HapusNyindir yaaa 😌😌
HapusJadi sy
BalasHapusJadi syg
BalasHapusMakasi loh ya dek
Hapus👍
BalasHapusMuantap
BalasHapus👍
BalasHapusterus kembangkan
BalasHapusTengkyu🙏🙏
HapusTulisannya bermanfaat sekali
BalasHapus😍😍😍
HapusSangat bermanfaat, mantapp...
BalasHapus👍
HapusBagus kak
BalasHapus😍😍
Hapussangat bermanfaat sekali anakku.trs bljr yang rajin ya. smga mnjdi ank yg sukses nanti,amin. bpk sllu mendo'akanmu. jgn lupa berdoa jga nak.
BalasHapusIlovyoubapak😘 iya pak🤗🤗
HapusAlhamdulillah setelah membaca ini dapet tambahan pengetahuan 😊
BalasHapusAlhamdulillah ya dek
HapusDitunggu lgi cerita selnjutnya
BalasHapusTtp smngt
Ahsiap
HapusDitunggu lgi cerita selnjutnya
BalasHapusTtp smngt
Mantep, di tunggu cerita selanjutnya😊
BalasHapusAhsiapp😍
HapusKagumm undaa sama ceritanya
BalasHapusUncchh unda😘
HapusKagum aku tuh..banyak yang komen
BalasHapusWwkwkwk
Hahahha kagum sama yg banyak komen bukan tulisnnya wkwk
HapusGood👍 informatif sekali
BalasHapusTemen akoh😍
HapusMakasih sudah mau share🙏🏻.
BalasHapusIyaya🙏
BalasHapusSangat bagus dan inspiratif
BalasHapusnice😁
BalasHapusSemanagat kakaku,artikelnya bagus dan saya salah satu orang yg ketertarikannya dengan budaya itu sangat kuat,dari dulu saya seneng sesuatu yg berbau sejarah,karena kakek saya merupakan seorang sesepuh keturunan Raden Bayan langsung
BalasHapusWaduh kenapa gk bilang? Hem
HapusSudah segarusnya kita pemuda melestarikan budaya yang ada,dan belajar arti dan makna dari naskah kuno yang ada di daerah kita
BalasHapusLuar biasa keren
BalasHapusTerbaikk temenku ni
BalasHapusSemoga penulis tidak sampai disini menulis artikel. Karena artikel ini cukup bagus dan perlu dikembangkan. Semangattt.
BalasHapusMantap
BalasHapusWahh bagus. Jangan putus disini ya penelusurannya
BalasHapusNice kak😍
BalasHapusterimakasih infonya sangat bermanfaat
BalasHapusBagus sekali mbak.semoga selalu dijaga sama nanti.
BalasHapusUntunk kalimat awal, terlalu banyak kata "temui dan temukan".
BalasHapusAlhmadulillah, sangat bermanfaat untuk kita semua, dan sangat memberikan pengetahuan tetang naskah-naskah kuno yang ada dilombok ini, semangat, terus berkarya🙂
BalasHapusAkhirnya bisa liat naskah kuno itu, dari dulu cuma denger aja, makasihh kk Nisa manfaat banget buat kita��
BalasHapusSangat bermanfaat, semangat dalam mencari dan mempelajari naskah kuno agar kita sebagai generasi muda tahu jati diri kita sebenarnya.��
BalasHapus👍
BalasHapusNice Kak 👍👍👍
BalasHapusKeren, kembangkan lagi
BalasHapusCukup menarik buat di baca..
BalasHapusKren
BalasHapusBagus bagus👍
BalasHapushuhuhu semoga tulisan kamu bermanfaat buat generasi muda sekarang ya. jgn berenti nulis juga dahhh
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMantap naskahnya 😍, semangat dan terus mencari tau sejarah-seharah yg ada💪
BalasHapuskeren, jadi penasaran sama cerita lengakap dewi rengganis
BalasHapus