Rabu, 13 November 2019

NYEPUTKU UNTUKMU

“NYEPUT  MASA DEPAN BERSAMAMU DENGAN MENGGUNAKAN TAKEPAN RENGGANIS”
Hay kembali lagi di blog saya,..
Kali ini saya akan menceritakan tentang NYEPUT dari mulai perjalanannya sampai hasil nyeput yang saya dapatkan. Sebelumnya, saya sudah membuat blog tentang naskah kuno dengan cerita Rengganis yang saya temui pada dusun Monte, desa Durian, kec janaprie, Lombok Tengah beberapa minggu yang lalu.
Oke, langsung saja saya mulai......
Hari Jumat tanggal 8 November 2019 pulang kuliah jam 09.15 saya bersama teman-teman  kembali untuk meneliti tentang naskah kuno  tersebut karena sebelumnya naskah yang saya teliti itu membuat saya teratrik untuk belajar tentang naskah kuno. Namun kali ini, saya tidak mencari tahu apa itu naskah kuno dan bagaimana cara membaca atau lain sebagainya. Tetapi, saya ingin melakukan Nyeput pada naskah kuno.
Pada hari itu (jumat), saya bersama teman-teman saya datang langsung ke Bale Beleq yang terletak di desa Bunjeruk kecamatan Jonggat untuk mencari tahu lebih  tentang nyeput naskah kuno. Sesampainya disana pukul 11.30 saya dan teman-teman saya tidak bisa masuk ke Bale Beleq tersebut dikarenakan pintu gerbangnya terkunci rapat dan tidak boleh seorangpun yang bisa masuk. Akhirnya, disamping rBale Beleq tersebut, kita mendapati rumah warga yang kebetulan gerbang rumahnya tidak terkunci dan kami masuk untuk menanyakan tentang Bale Beleq tersebut.




Saya mendapati dua orang ibu-ibu di dalam rumah itu dan memberikan kami informasi bahwa Bale Beleq tersebut tidak bisa kita langsung masuk begitu saja, melainkan harus membuat janji minimal dua atau tiga hari sebelum datang kesana. Karena memang di Bale Beleq tidak sembarangan orang bisa masuk. Disana kami sudah putus asa  karena beberapa nomor yang sudah kami hubungi tidak bisa membantu kami dalam Nyeput. Tak lama kemudian, ibu itu langsung menyarankan kami ke Pak Usman namanya. Pak Usman adalah salah satu tokoh adat desa Bonjeruk yang  biasa menerima tamu dari luar. Ibu itu langsung mengarahkan jalan kerumah  Pak Usman.
Selesai jumat, kami mendatangi rumah pak usman dengan berbagai harapan semoga Pak Usman bisa membantu kami. Sesampainya kami disana, Pak Usman langsung bertanya tujuan kami datang kesana. Ternyata Pak Usman bukanlah penggiat naskah kuno yang bisa membaca atau mengartikan naskah tersebut. Disitu kami merasa sudah putus asa lagi ketika Pak usman mengatakan Beliau tidak bisa. Namun, beliau mempunyai teman salah satu pemimpin para pemaos-pemaos (pembaca) naskah kuno yang bernama Gede Jali. Saya  sebagai perwakilan dari teman-teman saya  meminta nomor telpon Gede Jali yang kemudian saya menelponnya dan tidak diangkat. Kemudian saya dikasi nomor Pak Hasan salah satu Pemaos juga. Setelah itu, Pak Hasan menerima telpon saya dan langsung mengajak bertemu untuk merencanakan kapan waktunya melakukan Nyeput tersebut. Akhirnya kami menemui Pak Hasan hari itu(jumat) di taman wisata bonjeruk atau biasa disebut english camp yang disarankan oleh Pak Usman kebetulan beliau adalah salah satu pendiri english camp tersebut.
Hari sabtu 9 November 2019, saya dan teman teman saya datang ke Desa Bonjeruk untuk Nyeput sesuai dengan kesepakatan kemarin bersama Pak Hasan dan Kedua kawannya yaitu Pak Sahrin dan Pak Bari.  Nyeput sendiri diartikan sebagai ramalan sasak. Jadi, saya akan mencari tahu  tentang ramalan saya di masa yang akan datang dengan Nyeput pada naskah kuno yang saya jeput. Nyeput dilakukan dengan membawa sesajen seperti daun sirih, buah pinang, dan beras pati.



Kemudian, cara Nyeput adalah dengan menutup mata dan memfokuskan pada satu titik yang dipikirkan lalu menunjuk salah satu takepan atau lontar yang dipilih tersebut. Lalu pemaos akan melakukan tembangnya atau nyanyiannya. Satu persatu dari kami yang dibacakan dan mulai dari saya sendiri. Pak Hasan dan dua orang kawannya, membawa dua naskah kuno untuk dipilih. Naskah kuno atau takepan yang mereka bawa adalah takpan Juarsah dan takepan rengganis. Namun disitu saya memilih takepan atau naskah Rengganis. 





Pak Hasan Sebagai Penerjemah atau disebut pujangga, Pak Sahrin dan Pak Basri sebagai Pembaca takepan disebut Pemaos. Dalam naskah atau takepan rengganis dengan tembang yang saya dapatkan adalah tembang pangkur yang arti tembangnya yaitu tegas. Adapun  Isi dari takepan yang saya jeput sebagai berikut:  sai aran taoq eak ceritakn nani timakn wah sampek ntan  raje maktal, jari daitlah marak raden nune rapatmaje wah  to leq dalem taman, jarin nane mun wah tame nie lah bejulu maraq ntan  raje maktal,  langsungnlah serminan berembe ruen pragayan’n  maraq ntan nie raden nune rapatmaje bijen isiq gusti, jari  dalem keadaan laloqn susah tedait maraq nane ntan raje nunerapatmaje, uah uah ampuran setiapn lampaq nie agak sedikit goyah, monyan ruen ntan maraq layang putus seolah-olah ndarak pegangan’n.  Makna dari tembang tersebut adalah, kita ambil dari dua sisi yaitu dilihat dari Raja maktalnya sendiri adalah seorang raja yang sangat setia. Kemudian dilihat dari lakonnya yaitu raden nune rapatmaje ini cukup lama dia menderita tapi  pada akhirnya dia akan bahagia dengan cintanya. Sebenarnya sangat dirindukan oleh kekasihnya karena putri ringganis adalah perempuan yang sejatinya hanya bisa memendam dalam perasaannya padahal mereka berdua saling mencintai. Dan mereka berdua pura-pura tidak saling rindu. Intinya,  Nyeput yang saya dapatkan tersebut berarti, saya disuruh tenang dan jangan terlalu khawatir dan bawa perasaan karna orang yang saya cintai juga mencintai saya cuma sedikit cuek untuk menyampaikan prasaannya dan saya akan bahagia nanti dengan orang yang saya cintai dan mencintai saya walaupun sekarang menderita.
Dari hasil nyeput atau ramalan di atas, ini adalah sebuah karya sastra yang memiliki hubungan realitas atau kenyataan.  Percaya atau tidak itu adalah hak manusia tetapi tidak lepas dari peran  Tuhan Yang Maha Esa, kita sebagai manusia hanya bisa menjalankan apa yang sudah digariskan oleh Tuhan. Jodoh dan maut hanya Tuhan yang tahu, jadi kita sebagai manusia hanya bisa berserah diri kepadaNya.
Mungkin ini hanya ini yang dapat saya tuliskan, kurang lebihnya saya mohon maaf  kalau ada kata-kata yang rancu karena saya disini baru belajar menulis. Kritik dan saran bisa di komentar ya  dan tunggu artikel selanjutnya dari saya. Terimakasih





67 komentar:

  1. Its great πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹

    BalasHapus
  2. Lombok tulen bahase n iku. . .
    Isinya menarik. . Blh lah bljr jd pemaos sekalian

    BalasHapus
  3. Naskah rengganis nemang adalah salah satu naskah yang mengandung banyak sekali pelajaran bagi kita semua. Ilmu yang bermanfaat

    BalasHapus
  4. Kata-katanya simple. Mudah dipahami. Kerenn

    BalasHapus
  5. Bagus Artikelnya, Sangat Bermanfaat πŸ‘Œ

    BalasHapus
  6. Tulisannya bagus. Tapi kalok bisa lebih dejalaskan secara rinci lagi tidak hanya fokus ke hasil ramalannya.
    (ramalannya sesuai gak nih menurut penulis wkwkwk)

    BalasHapus
  7. Bermanfaat sekali, Kembangkan terus tulisan² yang seerti ini.

    BalasHapus
  8. MasyaAllah, semangat terus πŸ˜ŠπŸ˜‡

    BalasHapus
  9. Kok bagus banget sih kak?πŸ€”πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  10. Kok bagus banget sih kak?πŸ€”πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  11. _bagusnya masya allah ����

    BalasHapus
  12. Wow dr judulnya saja sdh menarik, artikel yg sangat bermanfaat

    BalasHapus
  13. Menarik, baru tau kalau ada hal seperti ini dilombok

    BalasHapus
  14. Wahhh baguss, jadi pengen pergi kesana wkwk.
    But lebih terfokus pada hasil ramalan wkwkwk
    Pen tau lebih banyak tentang bale beleq sih

    BalasHapus
  15. Bagus, masih ada yang mau mencari atau memperkenalkan peninggalan-peninggalan leluhur kita

    BalasHapus
  16. bagus masih melestarikan budaya.

    BalasHapus
  17. Wawww, tulisan ini membuatku paham tentang isi dari naskah kuno sasak, menarik sekali.

    BalasHapus
  18. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  19. Kata Yusuf 2313 November 2019 21.08
    Artikel ini mengajarkan ku arti sebuah kenyamanan, keamanan, ketertiban, kemanusiaan, keteraturan, kerapian, kerajinan, kesopanan, kebersihan, keberanian, kekeliruan, keharmonisan, kesusilaan, kehausan, kelaparan, kemungkaran, kezoliman, keberpihakan, kecurangan, kepintaran, kebodohan, ketepatan, kelincahan, kegesitan, kekuatan, kemusyawaratan, kebablasan, kerinduan, kecintaan, kedinginan, kepanasan, kesiangan, ketindihan, ketiduran, kemasyarakatan, kejombloan, kepolosan, kelicikan, kekerabatan, kekeluargaan, keberlangsungan, kemaslahatan, kesehatan, kesakitan, ketekunan, kemanusiaan, keharuman, kebauan, kelemahan, kelebihan, kegagalan, keberhasilan, kepergian, keberangkatan, kegagapan, kecepatan, kelancaran, kemerosotan, kepercayaan, kesiapan, kesigapan, kebangkrutan, kesuksesan, kelonggaran, kecapekan, kelelahan, kecurigaan, kehalusan, kekerasan, keceriaan, kemurungan, kesedihan, keselamatan, kekonyolan, kelucuan, keseriusan, kebangkitqn, kehancuran, kesengsaraan, kedamaian, kemapanan, kegensutan, kelangsingan, kekecilan, kebesaran, keberadaan, keberagaman, kebohongan, kesurupan, kesemutan, keindahan, kejelakan, keterkaitan, keterikatan, kesewenang-wenangan, keteraturan, kecolongan, ketampanan, kesempurnaan cintaaaaa teh kotakk


    Wkwkkwwk 🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaalloh deg panjang bangetπŸ™„πŸ™„πŸ™„

      Hapus
  20. Tulisan yang sangat bermanfaat, nice πŸ‘

    BalasHapus
  21. Luar biasa tulisannya ❤ baru tau juga dan jdi tau ada hal sperti itu di lombok

    BalasHapus
  22. Sangat bermanfaat , terus berkarya dan tetap semangat ❤️

    BalasHapus
  23. Apa pernah ada ramalan yang terbukti dik?

    BalasHapus